TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dokter Ryan Thamrin, pengasuh rubrik kesehatan di televisi swasta, meninggal mendadak di Pekanbaru, Riau.
Keluarga dekat dokter ganteng ini mengatakan, almarhum menderita kanker otak dan meninggal dunia, Jumat (4/8/2017).
Berikut sekilas tentang kanker otak supaya kita bisa menghindari atau paling tidak bisa mengetahui informasinya secara dini.
Kanker
otak merupakan salah satu tumor ganas yang menyerang bagian otak,
parahnya ciri-ciri dan gejala kanker otak tidak begitu diketahui pada
awal pertumbuhannya.
Terlepas dari bahayanya, tentu pengetahuan dini mengenai ciri-ciri
yang menjadi tanda anda mengidap kanker otak cukup penting diketahui.
Studi yang dilakukan Department Oncology, BSMMU, Bangabandhu Sheikh
Mujib Medical University, sebuah universitas ternama di Bangladesh
menemukan bahwa terdapat 16 ciri-ciri kanker otak yang harus diwaspadai.
Studi ini dilakukan pada 50 penderita dengan rentang umur 2 hingga 60
tahun (Naziruddin Mollah., Abdul Baki., Nur Afzal., Akram Hossen,
Clinical and Pathological Characteristics of Brain Tumor, vol 3 issues
2, july 2010. di akses 03 November 2014).
1. Sakit Kepala Sakit kepala merupakan ciri-ciri
kanker otak yang paling umum, sebanyak 38 orang dari 50 responden atau
sekitar 76 persen mengalami gejala ini.
Namun tentu sakit kepala kebanyakan bukan disebabkan oleh kanker
otak, melainkan sakit kepala umum yang bisa terjadi pada siapa saja.
Bagaimana ciri-ciri sakit kepala kanker otak? DIMAKAMKAN - Jenazah dr Ryan Thamrin saat dimakamkan di
pemakaman umum Labuai di jalan Kesadaran Kecamatan Bukit Raya,
Pekanbaru, Jumat (4/8). Pihak keluarga almarhum yang terdiri dari ibu,
kakak, abang dan sepupu menaburkan bunga dipusara almarhum.dr Ryan
Thamrin atau yang akrab disapa dr OZ Indonesia ini meninggal dunia
karena penyakit maag akut sejak setahun belakangan ini dan ada benjolan
kecil yang berada di belakang kepala almarhum. Tribun Pekanbaru/Doddy
Vladimir (TRIBUN PEKANBARU/Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)
Dikutip dari cnn, Dr.Santiago Medina, co-director Department
Radiology divisi Neuroradiology di Rumah sakit anak Miami mengatakan
bahwa 4.000 anak-anak yang menderita sakit kepala, satu di antaranya
menderita kanker otak (CNN., Elizabeth Cohen, When a headache really is a
brain tumor, 7 April 2011. Diakses 03 November 2014).
Lalu bagaimana ciri-ciri sakit kepala jenis ini ?
Sakit kepala ini baru bagi anda.
Anda belum atau sangat jarang terkena sakit kepala namun tiba-tiba belakangan ini sangat sering menderita penyakit ini.
Selain itu jika sakit kepala yang anda rasakan berbeda dengan yang
biasanya terjadi, waspada lah, mungkin ini salah satu tandanya.
Sakit kepala yang ditandai gejala lain.
Sakit kepala karena tumor otak sangat jarang ‘berdiri sendiri’, ia
biasanya diikuti oleh gejala lain seperti mual, muntah, dan pusing.
Tak jarang gejala lain yang lebih ekstrem seperti kejang-kejang,
kesulitan bicara, dan masalah penglihatan mengiringi sakit kepala karena
kanker otak.
Sakit kepala mulai ketika bangun di pagi hari. Sakit kepala yang
terjadi ketika anda bangun tidur di pagi hari disertai dengan mual dan
muntah-muntah serta kembali membaik di siang hari adalah salah satu
jenis dan karakteristik dari penyakit tumor otak ganas. Dr Ryan Thamrin. (kolase/Tribun Style)
Sakit kepala yang semakin menjadi-jadi.
Sakit kepala yang menjadi gejala kanker otak akan terus menjadi-jadi seiring waktu, minggu demi minggu, bulan demi bulan.
Sebaiknya anda memeriksakan masalah tersebut secepatnya di dokter terkait.
Diagnosa:
CT Scan, tes pencitraan yang paling umum digunakan untuk mendeteksi kanker otak. MRI, tes pencitraan bagian dalam otak dan sel untuk memastikan tingkat kerusakan. 2. Perubahan Mental Sebanyak 32 dari 50 peserta
penderita kanker/tumor otak yang diteliti mengalami perubahan mental
drastis setelah mengidap kanker ini.
Tumor menyebabkan fungsi otak tidak berjalan normal/maksimal yang berdampak pada kesehatan mental.
Ciri-Ciri Perubahan Mental Karena Kanker Otak Apa saja yang menjadi ciri-ciri perubahan mental ini (Nytimes, Brain Tumor – Primary – Adults, diakses 4 November 2014)?
- Kehilangan memori
- Gangguan konsentrasi
- Masalah dengan penalaran
- Perubahan kepribadian dan perilaku
- Peningkatan intensitas tidur
Jika anda mengalami perubahan mental drastis dan diiringi oleh
beberapa tanda yang berbahaya lainnya sebaiknya anda pergi ke dokter
untuk melakukan tes pemeriksaan.
Diagnosa:
MRI
CT Scan
3. Muntah-Muntah Penelitian yang dilakukan oleh BSMMU mendapati 26 dari 50 penderita tumor otak mengalami gejala muntah (sekitar 52 persen).
Karakteristik muntah yang menjurus pada kanker otak adalah terjadi
pada pagi hari tanpa adanya mual terlebih jika diikuti tanda lainnya
seperti sakit kepala. Dr Ryan Thamrin. (instagram)
Sama seperti gejala dan tanda poin pertama (sakit kepala), baik
muntah dan sakit kepala merupakan dua penyakit yang sangat umum sehingga
samar-samar dan sulit dibedakan.
Ketelitian anda dalam mencermati berbagai jenis muntah yang anda alami sangat penting untuk mengetahui penyakit yang anda alami.
Ciri-ciri Muntah Karena kanker otak:
- Terjadi secara tiba-tiba tanpa penyakit tertentu sebelumnya
- Cairan muntah tidak normal (berwarna agak hijau)
- Terjadi bersamaan dengan sakit kepala.
Muntah muntah ini terjadi karena adanya saraf yang terganggu karena
tumor otak. Biasanya hal ini tidak dapat diobati selama masih ada tumor
di dalam otak tersebut.
4. Gangguan Penglihatan Sebanyak 23 dari 50
peserta penelitian yang mengidap tumor otak mengalami gangguan
penglihatan, artinya 46 persen dari penderita kanker otak mengalami hal
ini.
Apa saja gangguan penglihatan yang dapat kita katakan sebagai ciri-ciri kanker otak?
- Melihat lampu seperti berkedip
- Penglihatan kabur
- Hanya mampu melihat lurus ke depan
- ‘Kehilangan’ teks ketika membaca
- Gangguan mata lainnya yang tidak lazim anda alami.
Gangguan penglihatan disebabkan oleh adanya saraf mata yang terganggu karena tumor otak. Hal ini juga
tergantung lokasi dari kanker otak tersebut.
5. Kesulitan Saat Bergerak 21 dari 50 penderita
kanker otak yang diteliti mengalami kesulitan saat bergerak, artinya 42
persen terjadi pada penderita kanker otak.
Tumor pada otak tentu akan membatasi fungsi otak normal manusia, salah satunya adalah sebagai motor penggerak tubuh.
Bagaimana contohnya?
- Seorang dengan tumor di otaknya akan mengalami kesulitan dalam bergerak di salah satu sisi tubuhnya.
- Berjalan tidak seimbang/kehilangan keseimbangan
- Sering tersandung atau bersandar di dinding ketika berjalan
- Sulit berkoordinasi ketika bergerak
Penyebab
Kesulitan bergerak merupakan akibat dari rusaknya saraf
akibat kanker otak, otak adalah motor penggerak dan pengontrol organ
tubuh lainnya, kerusakan akan membuat anda susah bergerak.
6. Kejang-Kejang Cukup banyak yang mengalami kejang-kejang ketika
terkena kanker otak, setidaknya 21 dari 50 peserta mengalami hal ini (36
persen).
Kejang-kejang ini terjadi karena aktivitas motorik pada otak tidak normal.
Berikut beberapa karakteristik kejang pada penderita kanker otak
(Abda, American Brain Tumor Association. diakses 4 November 2014).
- Serangan terjadi mendadak (tanpa tanda)
- Diikuti kehilangan kesadaran pada tubuh dan kontraksi otot
- Kehilangan kontrol fungsi tubuh
- Menggigit lidah
- Tidak bernafas jangka pendek (30 detik), menjadi biru kehitaman
- Durasi kejang pendek 2-3 menit
Efek setelah kejang terjadi kantuk, sakit kepala, kebingungan, sakit otot, kelemahan singkat, atau mati rasa.
Insidensi
Sekitar 60 persen dari pasien tumor otak akan mengalami kejang setidaknya sekali selama tumor otak tersebut masih ada.
Penyebab
Kejang disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal di
otak. Biasanya, sel-sel saraf tubuh berkomunikasi satu sama lain melalui
sinyal listrik yang dikendalikan dengan hati-hati.
Jika ada sesuatu mengganggu sinyal-sinyal ini dan mereka menjadi lebih intens, Anda cenderung menjadi kejang.
Kebanyakan kejang terjadi secara acak, setiap saat, dan tanpa penyebab tertentu. Namun, mungkin ada gejala terlebih dahulu.
Orang yang secara sering mengalami kejang kadang-kadang melihat
hal-hal yang mungkin sinyal kejang mendekat. Peringatan ini disebut
“aura.”
Aura kadang mengambil bentuk sakit kepala, perubahan suasana hati, kedutan otot, atau bau tertentu.
Penanganan
Berikut adalah beberapa saran tentang apa yang harus dilakukan ketika kejang terjadi pada pasien dengan tumor otak:
- Selama kejang, jangan panik; kebanyakan kejang berakhir dengan sendirinya.
- Pastikan pasien bernapas.
- Bersihkan area benda tajam atau sesuatu yang berbahaya. Anda mungkin harus membuka kacamata pasien.
- Lindungi kepala benda berbahaya
- Jangan menaruh apapun di mulut.
- Jangan mencoba untuk menahan anggota badan selama kejang, karena hal ini dapat menyebabkan cedera.
7. Kebutaan Sebanyak 10 responden dari 50
mengalami kebutaan ketika mengalami kanker otak, setidaknya ada 20
persen dari mereka yang mengalami ciri-ciri ini.
Kebutaan merupakan ciri-ciri kanker otak stadium lanjut ketika
sebagian besar tumor telah menjalar hingga mengganggu bagian mata.
8. Demensia Penelitian ini memang salah satu yang
cukup mengejutkan dimana demensia merupakan salah satu penyakit yang
disebabkan kelainan pada otak.
Setidaknya ada 14 persen atau 7 dari 50 orang yang menderita tumor otak mengalami gejala ini.
9. Ketidaksadaran Ketidaksadaran dialami
setidaknya 14 perseb atau 7 dari 50 penderita tumor otak, gejala ini
adalah efek lanjut/ kronis dari tumor otak jika telah mencapai stadium
lanjut.
Tumor yang menjalar di otak jika semakin besar akan membuat anda
kehilangan kesadaran, lupa, dan ketidaktahuan mengenai lingkungan dan
kejadian sekitar.
10. Gangguan Kesadaran Masih terkait dengan poin
nomor 9, gangguan kesadaran ini merupakan efek sebelum terjadinya
ketidaksadaran, ada 3 orang atau 6 persen yang mengalami gangguan
kesadaran ini.
Apa saja indikasi kesadaran yang di maksud:
- Sering terkejut
- Sering bengong
- Sering lupa apa yang dilakukan
11. Penurunan Berat Badan Penurunan berat badan
juga di alami sekitar 6 persen dari penderita kanker otak, masih belum
dapat dijelaskan secara mendetil mengenai penyebabnya.
Namun hal ini disinyalir karena kemampuan kognitif dan aktivitas yang
sudah tidak normal lagi sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh secara
keseluruhan yang berdampak pada penurunan berat badan.
12. Demam Demam mungkin tidak disangka sebagian orang dapat menjadi gejala kanker otak yang sangat mematikan.
Penyakit umum seperti ini memang cukup berbahaya jika kita kaitkan
pada kanker otak. Ada 6 persen responden yang mengalami demam sebagai
gejala yang ditimbulkan akibat kanker otak.
13. Kehilangan Sensasi Sebanyak 4 persen
responden mengalami kehilangan sensasi, hilangnya sensasi ini dikaitkan
erat dengan perkembangan fungsi otak yang terganggu oleh tumor.
Otak tidak dapat berfungsi normal yang menyebabkan pikiran hanya flat saja seiring dengan menurunnya kemampuan kognitif.
14. Anorexia/Kehilangan Nafsu Makan Anorexia
merupakan penyakit yang berkaitan dengan kehilangan nafsu makan, ada
sekitar 4 persen penderita tumor otak yang mengalami hal ini.
Saat ini belum banyak penelitian yang mengaitkan anorexia yang terjadi pada saat mengidap tumor otak.
15. Vertigo/Pusing Vertigo atau pusing di kepala
terjadi pada 2 dari 50 responden yang diteliti, namun ternyata pusing
ini menjadi salah satu ciri-ciri yang cukup berbahaya karena seperti
halnya sakit kepala dan muntah, ia sangat samar dengan penyakit lain.
Penderita vertigo akan merasakan berputar atau serasa bergerak, dunia berputar walau dalam keadaan istirahat.
16. Kehilangan Libido Penderita kanker otak yang mengalami kehilangan libido dan berkaitan erat dengan kanker otak ini terjadi pada pria.
Memang sampai saat ini belum ada penelitian terkait yang
menghubungkan antara libido dan mengapa berpengaruh pada penderita tumor
otak.
Namun banyak yang mengaitkan bahwa otak adalah pusat segalanya
sehingga sangat berpengaruh bagi berbagai bagian dan fungsi tubuh.
Setidaknya ada 2 persen dari penderita kanker otak yang mengalami hal ini.